11 oktober, 2014

One Step Forward?



Hi, peeps!
Waaakk udah lama nggak ngeblog.
Biar kelihatan sok sibuk dengan dunia factual gitu? Hahahha
Kabar gembira bagi kita semua…! Kini aku udah bersiap menyandang gelar sarjana, Alhamdulillah


Jumat minggu lalu, tepatnya 3 Oktober aku baru saja mengikuti pendadaran, guna mendapatkan gelar sarjana 1 jurusan ilmu sejarah. Antara puas nggak puas dan percaya nggak percaya. Nggak puas karena ngerasa nggak maksimal ngerjainnya, puas karena akhirnya bisa menyelesaikan akhir masa studiku, lalu nggak percaya kalau aku bisa menaklukan diri sendiri buat menuntaskan tugas Negara.
Tapi meski belum apa-apa alias belum resmi diwisuda, kegalauan baru melanda benak ini *tsah tsah tsah* Mengingat gerbang pertarungan dalam lembaran hidupku baru saja dibuka. Yap. Mencari pekerjaan. Dulu aku pernah punya kepinginan, kalau suatu saat

“aku pingin kerjaan yang mencariku lebih dahulu bukan aku yang harus mencari-carinya.”

 Alhamdulillah, keinginan tersebut setidaknya pernah terlaksana, meskipun itu ‘’cuma’’ poin keciiiilll yang belum bisa kubanggakan karena aku berhenti mengerjakannya di tengah jalan. Sayang sekali.
Sejak masa-masa pengerjaan skripsiku, sebenarnya aku cukup excited dengan banyak hal yang ingin kukerjakan begitu selesai kuliah.

Belajar bahasa belanda lagi, belajar writing in English, kembali menulis cerita pendek,

pokoknya masih pengen belajar dan menghasilkan karya. Tetapi di satu sisi ada hal lain yang ingin dikejar, income. Siapa sih yang mau nganggur habis kuliah?? Terlebih lagi kebutuhan jalan-jalan sudah menunggu lama untuk dipenuhi. Lantas mau kerja apa dong? Hihihi saya pun masih bingung. Sama seperti pacar, kami belum tertarik untuk menjadi pegawai pengabdi Negara, atau bekerja di Bank, dimana bukan jurusan yang kami pelajari di bangku kuliah tetapi banyak diminati oleh rekan-rekan kami. Kalau ditanya pengennya dapet duit dari mana ya saya pengennya makaryo di bidang jurnalistik, tulis menulis atau di NGO dengan isu-isu yang saya concern.

Di sisi satunya lagi, tawaran untuk melanjutkan studi ke jenjang magister cukup menarik, dengan alasan saya sih masih pengen belajar banyak hal terutama di area studi Asia Tenggara, baik itu sejarah, persoalan sosial, atau budayanya. Interesting! Tapi yang jelas saya belum mau lanjut studi magister dengan biaya sendiri apalagi orangtua dan satu-satunya jalan ya mencari beasiswa!

Well, I will let you know soon.


*Kuss kuss*

2 opmerkingen:

  1. Ih menthel!
    anyway congratz for your final exam. Masa depan terbentang luas nak, jangan takut dan berhenti berjuang ya..
    cheers!

    BeantwoordenVerwijderen