10 november, 2012

Nostalgia a la Kotagede

     Kali ini saya dan pacar memutuskan untuk nongkrong di sekitar rumah. Karena daerah rumah saya yang hampir masuk kawasan kota satelit atau berada di pinggiran kota mepet perbatasan. kondisi ini mengakibatkan sedikitnya kawasan melting pot atau tempat tongkrongan yang berdiri. Yang saya pernah dengar sih ada lesehan atau semacam tempat nongkrong di kawasan Kotagede. It sounds great, jalan-jalan naik motor pitung si doi sambil merasakan nuansa kota yang jadul kayaknya cucok sekali. Akhirnya sampailah kami di kompleks Makam Raja-raja Kotagede. Disini ada banyak pengunjung yang biasanya mau ziarah di makam raja-raja tersebut, hal ini mengakibatkan banyak yang bermalam di pendopo yang ada di halamn depan kompleks. Mm akhirnya saya memutuskan untuk sejenak minum-minum di sebuah warung yang berdempetan dengan pendopo. Nuansanya oldish banget! Dari suguhan yang disajikan amat tradisional dan merupakan makanan favorit bapak saya: ada jadah tempe, gethuk, rambak, peyek, rengginan, dan juga ada menu nasi ramesnya. Ke-jadulan tempat ini semakin hidup dengan disetelnya tivi di saluran TVRI dan setelah itu sebuah dvd player memainkan campur sarian atau tembang-tembang Jawa. Well done! Malam itu saya lagi ngidam wedang uwuh, tapi sayangnya lagi kosong akhirnya saya putuskan minum wedang jahe. Wedang Jahe in disuguhkan dengan gula jawa dan air hangat, seperti biasa pacar pesan kopi hitam. Untuk 1 jadah, 1 bungkus rengginang, 1 bungkus rambak, kopi dan wedang jahe kami hanya perlu membayar 8ribu rupiah! =)

pitung pacar dan Kotagede :) Totally oldish!

Gethuk dan Jadah
Pendopo


Ciao ciao!

Geen opmerkingen:

Een reactie posten