19 augustus, 2013

Paradise Fall


 Mengulang kesuksesan kemah pantai beberapa tahun lalu, weekend kemarin saya dan kawan-kawan SMA pergi bermalam ke sebuah spot tersembunyi di selatran kota Jogja. Semua sudah dipersiapkan lengkap. Dari tenda, logistik, pokoknya segala uba rampe buat hepi-hepi. Sialnyaaa... setelah mendirikan tenda malam itu, saya baru teringat kalau kompor yang saya bawa ketinggalan di Sekolah (meeting point kami sebelum berangkat). Akhirnya mau tak mau kami harus memasak logistik yang sudah terbeli dengan kayu bakar dan tong yang kami sewa dengan harga yang cukup fantastis. Btw, kemajuan pariwisata di pantai ini mulai memunculkan kapitalis-kapitalis kecil bagi warga yang berjualan disana. Segala apapun disewain, kita nggak boleh beli kayu bakar aja alias kalo mau bebakaran ya harus sekalian sewa tong-nya, dengan alasan agar pantai tidak kotor. Tapi lagi-lagi harga sewanya yang nggak ramah ini membuat kami cuma bisa mengeluh.



Sebetulnya tujuan camping ground kita ini ada di pantai sebelah, sebutlah pantai X, disana ada air terjunnya, dan memang bukan objek pariwisata alias sangat sepi dari pengunjung. Karena kita terlalu malam sampai di lokasi, akhirnya kami direkomendasikan warga untuk menginap di Pantai Y karena kalau malam hari begini Pantai X pasang dan tidak ada lokasi parkir disana. Untuk menuju Pantai X ini, sama seperti perjalan menuju Pantai Y, jalannya masih jelek. Karena jalannya adalah jalan setapak, maka motor tidak bisa lewat dan harus diparkirkan di pinggir jalan. Butuh waktu 30 menit untuk berjalan kaki menuju pantai X. Jalannya cukup landai dan saat akan sampai di pantai kita akan disambut oleh gonggongan anjing warga yang bermukim di dekat pantai. Begitu pagi harinya kami sampai di lokasi, betul saja pengunjung disana hanyalah rombongan kami. Sangat sepi. Bersih. dan inilah sepotong Paradise di bumi.






3 opmerkingen:

  1. Reacties
    1. Nek camping'e ning Pantai Pok Tunggal.. kalo yang masih perawan itu ya dideketnya Pok Tunggal, hehehe cari tau sendiri ya..kalau udah tau jangan dikoar-koarin, biar tempatnya tetap terjaga dari orang2 yg tdk brtggungjwab atas keindahan alam, ndak nggone dadi rame & komersil :D

      Verwijderen
    2. aku ngerti jenenge wisan mbak dari salah satu blog :D
      bener sih, ojo ngasi komersial. ndak ra istimewa meneh

      Verwijderen