31 augustus, 2013

Sajak untuk sebuah bibir

Aku rela menjadi yang terakhir
yang terakhir kali mencecap bibirmu
setelah kopi dan rokok yang kau nikmati terlebih dahulu

Aku rela menjadi yang terakhir
yang terakhir membasuh jejak rasa yang ditinggalkan kedua benda itu
kedua benda yang kau sebut-sebut sebagai sumber energi untuk mengawali kerasnya hari
aromi kopi yang sedikit asam dan filter yang manisnya menggelikan
kedua aroma yang selalu kurindukan, setelah manisnya bibirmu 

Aku rela menjadi yang terakhir
yang terakhir menghapus jejak aroma rokok dan kopi bibirmu
karena dengan begitu aku telah menjadi penguasa tunggal,
penguasa tunggal atas sebuah kenikmatan sederhana yang berbuah dari tiap jengkal bibirmu

Aku rela
meskipun harus menjadi yang terakhir

Geen opmerkingen:

Een reactie posten