25 juni, 2014

Short Escape to Berbah



Mengusir penat atau sekedar membuang waktu untuk berjalan-jalan, sekarang tidak lagi butuh perjalanan dengan waktu tempuh lama atau destinasi dengan jarak yang jauh. Jika punya waktu senggang 2 atau 3 jam, cobalah berjalan-jalan ke kawasan timur kota Jogjakarta. Sore tadi saya dengan partner baru saja pergi ke daerah Berbah, Sleman. Kali ini kami ingin mengunjungi kembali Candi Abang, candi yang reruntuhannya belum direkonstruksi seutuhnya karena masih berupa gundukan padang ramput yang menyerupai bukit teletubbies. Dari beberapa sisinya bisa terlihat batu bata merah yang menandakan keberadaan Candi Abang. Konon saat mencari tahu lewat internet, ada Yoni yang ditemukan di dekat Candi Abang dan batu yang menyerupai kodok di sebelah selatan candi, sayangnya kami tidak dapat menemukannya. Cuaca siang itu sedikit mendung meski matahari masih mengintip, dan angin berhembus cukup dingin. Kali ini papan petunjuk candi sudah dipasang, sehingga orang bisa lebih mudah mengetahui keberadaannya tidak seperti waktu kami kesini pertama kali.



 Sebelum masuk ke area Candi Abang, di mulut jalan masuk anda akan menemukan papan bertuliskan “Gua Sentono” dan situs ini dari pinggir jalan sudah bisa terlihat. Kami dulu tidak tahu kalau ada situs gua disana, akhirnya kami memutuskan untuk singgah sebentar. Gua sentono diduga sebagai tempat bertapa umat hindu, hal ini dilihat dengan adanya bongkahan yoni di salah satu dari tiga bilik goad an relief dewa-dewa hindu yang terpahat di dinding-dinding goa.
salah satu dari 3 bilik goa di situs ini

lingga yoni di depan relief dewa hindhu

Geen opmerkingen:

Een reactie posten