14 juni, 2014

I saw happiness

I saw happiness through his smile, his eyes, and the words he said, I am happy today. Literally happy. So do I, dude. Then I replied with smile.


Minggu lalu, partner saya berulangtahun. Berbeda dari ulangtahun yang pertama kali kami rayakan, kali ini tidak ada lagi kejutan atau hal-hal besar yang khusus saya persiapkan. Sederhana saja, saya ajak dia piknik. Membawa serta bekal makan, minum, dan kain pantai, kami berencana piknik ke candi tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Ijo.
Saya sendiri pernah kesini sebelumnya, saat itu sepi saja dan tidak seramai kali ini. Pertemuan dengan seorang teman dari jurusan Arkeologi, Hareza namanya, membuat partner saya antusias bertanya ini itu. Ya, partner saya sangat senang dengan situs-situs bersejarah seperti candi dan relief-relief yang menempel di dindingnya. Hareza yang datang bersama seorang teman asal Hongkong ternyata sudah berkelana sejak pagi tadi. Sebelum sampai di Candi Ijo, dirinya sempat singgah ke Candi Plaosan. Partner saya terlihat sangat penasaran sekali akan Candi Plaosan begitu saya bilang saya pernah kesana dan memang tempatnya masih berada di sekitar Candi Prambanan. Menuju pukul 5 sore secara insidental kami bergegas menuju Candi Plaosan.





I saw happiness on his face. A simple happiness, as simple as that smile.


Bekal yang saya bawa terpaksa tidak kami makan di Candi Ijo karena kami mengejar waktu menuju Candi Plaosan. Yang menarik disini adalah adanya stupa yang mirip dengan stupa-stupa Candi di Borobudur hal ini menunjukkan candi ini merupakan candi Buddha. Menariknya candi ini turut dibangun oleh Raja Rakai Pikatan yang beragama Hindhu.

2 opmerkingen:

  1. Yeay, a cheap and romantic date. Happy birthday to Diemas AK!

    BeantwoordenVerwijderen
  2. candi ijo candi yang asik buat selife. tempatnya yang berada di atas bukit. cocok untuk melihat sunset

    BeantwoordenVerwijderen