14 januari, 2013

Hari ke-11: Regret

    Akumulasi kejadian dalam dua hari ini membawa banyak penyelasan, pun pelajaran bagi kami berdua.  Banyak peristiwa yang telah kami alami dan [masih] kuyakini sebagai bagian dari sebuah proses  belajar. Aku menghargai itu. Penyesalan dibuat untuk menyentil kita bagaimana belajar dari setiap kekeliruan dan tidak lagi mengulanginya. Jadi teringat tweet di timeline tadi malam,
  
Kau tahu kekuatan paling menghancurkan di alam semesta? | nuklir? | penyesalan 

Syukur, kami berdua tidak pernah larut dalam penyesalan. Ya, semenjak kejadian dua hari kemarin. Aku senang melihat dia menggebu-nggebu melupakan peristiwa yang baru saja terjadi . Tentu saja peristiwa yang bikin kami bad mood dan berjumpa pada penyesalan. Semalam, sesaat sebelum mataku terpejam aku berdoa dalam pesan singkatku.


   
    Tuhan, lindungi orang-orang yang kukasihi malam ini, besok, lusa dan seterusnya. Beri mereka kesehatan, bahagia, dan mudahkan semua persoalannya, amin. Karena aku sayang mereka, Tuhan.


Bedankt voor alles, voor jouw geduld, gelach, en lesje. Ik hoop dat we nog blijven leren. Je bent de enige die altijd me 'glimlach' maakt :')
                                           

Geen opmerkingen:

Een reactie plaatsen